(http://www.myspace.com/lclastchild)
Awal Karir Last Child
LAST CHILD, band yang
terbentuk pada 11 Januari 2006 kini secara resmi tepat pada 30 Januari 2011
bertempat di Hanggar Teras Pancoran, Jakarta telah resmi merilis single “Pedih”
dibawah naungan dr.m sekaligus merayakan ultah ke 5 tahun dari LAST CHILD.
Lagu “Pedih” dengan bernuansa rock yang kental dibalik lirik yang melankolis mempunyai warna musik tersendiri dengan harmonisasi yang mewah dan megah ditambah balutan aransemen dari tangan dingin Krisna J Sadrach sangat dirasakan materi ini sungguh berkualitas dan menjual. Band yang beranggotakan Virgoun – Vokal, Ari – Drum, Dimas – Bass, dan Yodi – Gitar menganut musik Pop Punk berangkat dari sebuah pojok kumal di bilangan Jakarta Timur, perlahan mereka mengepakkan sayapnya dengan bermodalkan materi musik yang lugas dan Easy Listening.
Akhirnya band pop punk asal jakarta yang terbentuk sejak tahun 2006, Last Child baru saja merilis single berjudul “Percayalah” di Facebooknya mereka secara streaming, tepatnya hari ini (20 Juni 2011). Inilah hasil dari sekian lama mereka yang telah lama merilis single “Pedih” kini mereka baru saja menyelesaikannya single terbaru. Band yang digawangi oleh Virgoun (vokal, gitar), Dhimaz (bass) dan Ceper (Drum) memang saat ini sedang meraih kesuksesan yang terus aktif wara wiri di berbagai pensi dan stasiun tv swasta. Mempunyai musik yang kuat serta lirik yang mudah untuk diingat menjadikan mereka sebagai icon yang tidak dapat digantikan dalam blantika musik Indonesia saat ini.
Lagu Percayalah ini sendiri menceritakan agar kita selalu tidak lupa akan Tuhan dikarenakan banyak orang yang memang terlalu sibuk dengan mengejar keinginan dalam duniawi sehingga lupa akan Tuhan dan juga lupa akan dirinya.
Sungguh lirik yang sangat menyentuh, dengan balutan aransemen musik yang tetap enteng di telinga. Penasaran kan guys dengan lagu mereka? ayo buruan serbu Fanpage FB mereka sekarang juga.
Dengar dan Rasakan!
Lagu “Pedih” dengan bernuansa rock yang kental dibalik lirik yang melankolis mempunyai warna musik tersendiri dengan harmonisasi yang mewah dan megah ditambah balutan aransemen dari tangan dingin Krisna J Sadrach sangat dirasakan materi ini sungguh berkualitas dan menjual. Band yang beranggotakan Virgoun – Vokal, Ari – Drum, Dimas – Bass, dan Yodi – Gitar menganut musik Pop Punk berangkat dari sebuah pojok kumal di bilangan Jakarta Timur, perlahan mereka mengepakkan sayapnya dengan bermodalkan materi musik yang lugas dan Easy Listening.
Akhirnya band pop punk asal jakarta yang terbentuk sejak tahun 2006, Last Child baru saja merilis single berjudul “Percayalah” di Facebooknya mereka secara streaming, tepatnya hari ini (20 Juni 2011). Inilah hasil dari sekian lama mereka yang telah lama merilis single “Pedih” kini mereka baru saja menyelesaikannya single terbaru. Band yang digawangi oleh Virgoun (vokal, gitar), Dhimaz (bass) dan Ceper (Drum) memang saat ini sedang meraih kesuksesan yang terus aktif wara wiri di berbagai pensi dan stasiun tv swasta. Mempunyai musik yang kuat serta lirik yang mudah untuk diingat menjadikan mereka sebagai icon yang tidak dapat digantikan dalam blantika musik Indonesia saat ini.
Lagu Percayalah ini sendiri menceritakan agar kita selalu tidak lupa akan Tuhan dikarenakan banyak orang yang memang terlalu sibuk dengan mengejar keinginan dalam duniawi sehingga lupa akan Tuhan dan juga lupa akan dirinya.
Sungguh lirik yang sangat menyentuh, dengan balutan aransemen musik yang tetap enteng di telinga. Penasaran kan guys dengan lagu mereka? ayo buruan serbu Fanpage FB mereka sekarang juga.
Dengar dan Rasakan!
Menembus
rimba industri.
Bulan April 2010 membuka bab baru perjalanan karir Last Child, dengan merilis "Diary Depresiku" bersama dr.m. Lagu yang menceritakan tentang perjuangan hidup anak korban broken home ini menghentak banyak orang. Kisah hidup yang memang mereka ceritakan dari pengalaman pribadi, dan langsung menghujam hati begitu banyak orang yang merasakan hal yang sama. Hingga akhir November 2010, RBT untuk lagu ini mencatat penjualan lebih dari 1 juta download. Last Child pun resmi "hijrah" dari ranah underground, ke arena bertarung yang lebih keras: musik mainstream.
Desember 2010 menjadi momen monumental bagi perjalanan LAST CHILD, karena jumlah Last Friends di Facebook genap mencapai 1,000,000 orang. Sebagaimana terucap oleh Dimas: "Gue bangga sama Last Friends, & seneng banget kita bisa selalu akrab". Dan itu bukan retorika. Virgoun, Ari, Dimas, & Yodi yang nongkrong bareng dan ngobrol akrab dengan Last Friends memang menjadi pemandangan umum setiap kali LAST CHILD tampil. "Kita ga pernah ngerasa udah jadi hebat", pungkas Ari.
Masih dibawah naungan dr.m, LAST CHILD kini merilissingle kedua "Pedih", lagudengan nuansa rock yang kental dibalik lirik yang melankolis. "Setiap orang pasti pernah merasa sedih atau putus asa, &seringkali harus menjalaninya ditengah kesendirian. Di saat-saat seperti itulahkita berharap lagu ini bisa menemani &menjadi penyemangat", ucap Virgoun sang pencipta lagu menjelaskan. Simak saja penggalan liriknya:
Di sini ku temani kau dalam tangis mu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan kucabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti.
"Kita memang punya warna tersendiri, dan sepertinya cukup terwakilkan dengan lagu ini", Yodi menambahkan. Setiap detail ornamen musikal di lagu ini pun mengalir dengan tajam dan harmonis, berkat sentuhan mixing dari music director bertangan dingin, Krisna J. Sadrach.
Video klip untuk lagu ini, bercerita tentang perjuangan seorang adik yang mencoba untuk menemukan kakaknya yang sudah lama terpisah akibat mengadu nasib di negeri seberang. Scene adik & kakak ini di-shoot di Singapura selama 4 hari. "Saya pilih Singapura karena sangat multikultural, jadi bisa memberikan shot2 yang lebih variatif & berwarna", ucap sang clipmaker Angga Dwimas Sasongko, yang sudah berpengalaman menangani artis-artis papan atas tanah air seperti RAN, Lyla, Vierra, Alexa, Gruvi, dll.
LAST CHILD & dr.m 2011: Digital is not only RBT!
Dalam rangka launching single "Pedih" tanggal 30 Januari ini, dr.m sebagai label yang berkonsentrasi di area digital ingin menunjukkan bahwa digital tidak semata bersinonim dengan RBT. Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa kontributor terbesar masi datang dari sektor ini, namun ada banyak kesempatan lain yang bisa di-explore oleh para pelaku industri musik di Indonesia. Dunia digital menawarkan begitu banyak lahan berkreasi yang sangat menarik untuk dijelajahi. Pernyataan "JANGAN BELI BAJAKAN" sudah tidak relevan, karena kebiasaan men-download lagu secara gratis sudah terlalu membudaya. Jadi, daripada kita buang energi melarang sesuatu yang tidak akan mungkin di dengar, kenapa kita tidak melakukan sesuatu utk menyiasatinya?Apa sajakah channel-channel digital yang dimaksud? Datang dan simak langsung presentasinya, sekaligus merasakan energi LAST CHILD yang siap membakar Studio Hanggar Pancoran!
For more info, please contact ella@drm-indonesia.com / 08176623330
Twitter
http://www.twitter.com/mylastchild
Myspace
http://www.myspace.com/lclastchild
Reverbnation
http://www.reverbnation.com/lastchild
Pure
http://www.purevolume.com/mylastchild
Pop
http://www.popmaya.com/artist/lastchild/
Bulan April 2010 membuka bab baru perjalanan karir Last Child, dengan merilis "Diary Depresiku" bersama dr.m. Lagu yang menceritakan tentang perjuangan hidup anak korban broken home ini menghentak banyak orang. Kisah hidup yang memang mereka ceritakan dari pengalaman pribadi, dan langsung menghujam hati begitu banyak orang yang merasakan hal yang sama. Hingga akhir November 2010, RBT untuk lagu ini mencatat penjualan lebih dari 1 juta download. Last Child pun resmi "hijrah" dari ranah underground, ke arena bertarung yang lebih keras: musik mainstream.
Desember 2010 menjadi momen monumental bagi perjalanan LAST CHILD, karena jumlah Last Friends di Facebook genap mencapai 1,000,000 orang. Sebagaimana terucap oleh Dimas: "Gue bangga sama Last Friends, & seneng banget kita bisa selalu akrab". Dan itu bukan retorika. Virgoun, Ari, Dimas, & Yodi yang nongkrong bareng dan ngobrol akrab dengan Last Friends memang menjadi pemandangan umum setiap kali LAST CHILD tampil. "Kita ga pernah ngerasa udah jadi hebat", pungkas Ari.
Masih dibawah naungan dr.m, LAST CHILD kini merilissingle kedua "Pedih", lagudengan nuansa rock yang kental dibalik lirik yang melankolis. "Setiap orang pasti pernah merasa sedih atau putus asa, &seringkali harus menjalaninya ditengah kesendirian. Di saat-saat seperti itulahkita berharap lagu ini bisa menemani &menjadi penyemangat", ucap Virgoun sang pencipta lagu menjelaskan. Simak saja penggalan liriknya:
Di sini ku temani kau dalam tangis mu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan kucabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti.
"Kita memang punya warna tersendiri, dan sepertinya cukup terwakilkan dengan lagu ini", Yodi menambahkan. Setiap detail ornamen musikal di lagu ini pun mengalir dengan tajam dan harmonis, berkat sentuhan mixing dari music director bertangan dingin, Krisna J. Sadrach.
Video klip untuk lagu ini, bercerita tentang perjuangan seorang adik yang mencoba untuk menemukan kakaknya yang sudah lama terpisah akibat mengadu nasib di negeri seberang. Scene adik & kakak ini di-shoot di Singapura selama 4 hari. "Saya pilih Singapura karena sangat multikultural, jadi bisa memberikan shot2 yang lebih variatif & berwarna", ucap sang clipmaker Angga Dwimas Sasongko, yang sudah berpengalaman menangani artis-artis papan atas tanah air seperti RAN, Lyla, Vierra, Alexa, Gruvi, dll.
LAST CHILD & dr.m 2011: Digital is not only RBT!
Dalam rangka launching single "Pedih" tanggal 30 Januari ini, dr.m sebagai label yang berkonsentrasi di area digital ingin menunjukkan bahwa digital tidak semata bersinonim dengan RBT. Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa kontributor terbesar masi datang dari sektor ini, namun ada banyak kesempatan lain yang bisa di-explore oleh para pelaku industri musik di Indonesia. Dunia digital menawarkan begitu banyak lahan berkreasi yang sangat menarik untuk dijelajahi. Pernyataan "JANGAN BELI BAJAKAN" sudah tidak relevan, karena kebiasaan men-download lagu secara gratis sudah terlalu membudaya. Jadi, daripada kita buang energi melarang sesuatu yang tidak akan mungkin di dengar, kenapa kita tidak melakukan sesuatu utk menyiasatinya?Apa sajakah channel-channel digital yang dimaksud? Datang dan simak langsung presentasinya, sekaligus merasakan energi LAST CHILD yang siap membakar Studio Hanggar Pancoran!
For more info, please contact ella@drm-indonesia.com / 08176623330
http://www.twitter.com/mylastchild
Myspace
http://www.myspace.com/lclastchild
Reverbnation
http://www.reverbnation.com/lastchild
Pure
http://www.purevolume.com/mylastchild
Pop
http://www.popmaya.com/artist/lastchild/
Ada sedikit nih info tentang last child :D
Siapa LAST CHILD?
Wajar jika bagi Anda, LAST CHILD is just another band. Tapi bagi jutaan Last Friends (sebutan untuk fans LAST CHILD) diluar sana, LAST CHILD lebih dari sekedar alunan musik. LAST CHILD adalah:
"Penyemangat bagi yang pernah merasakan pahitnya kehidupan" - Dilla Dorz
"Harapan di saat ku menyerah, sahabat di saat ku sendiri" - Agung Ramadhan
"Perwakilan dari suara-suara yang tidak didengar; kaum yang ingin mengeluarkan pendapat tapi tidak pernah diperhatikan" - Lauren Baker
"Penguat hati untuk semua yang putus asa" - Nevi Alfattih
"Kebanggaan" - Andhika Pratama Syahputra
Dibentuk di Jakarta tanggal 11 Januari 2006, LAST CHILD bermula sebagai sarana pelampiasan gairah dan emosi dari tiga anak muda yang menggeluti kerasnya hidup, yakni Virgoun (vokal), Ari (drum), dan Dimas (bass). Berangkat dari sebuah pojok kumal di bilangan Jakarta Timur, perlahan LAST CHILD mengepakkan sayapnya. Dengan kekuatan lirik yang gamblang dan performance yang selalu all-out, dengan pesat fans LAST CHILD bertambah banyak. Mereka yang tersentuh akan ketulusan dan kesederhanaan dibalik semburat energi yang dahsyat. Mereka yang menamakan diri Last Friends. Medio 2009, LAST CHILD genap menjadi kuartet dengan bergabungnya Yodi (gitar).
Menembus rimba industri.
Bulan April 2010 membuka bab baru perjalanan karir Last Child, dengan merilis "Diary Depresiku" bersama dr.m. Lagu yang menceritakan tentang perjuangan hidup anak korban broken home ini menghentak banyak orang. Kisah hidup yang memang mereka ceritakan dari pengalaman pribadi, dan langsung menghujam hati begitu banyak orang yang merasakan hal yang sama. Hingga akhir November 2010, RBT untuk lagu ini mencatat penjualan lebih dari 1 juta download. Last Child pun resmi "hijrah" dari ranah underground, ke arena bertarung yang lebih keras: musik mainstream.
Desember 2010 menjadi momen monumental bagi perjalanan LAST CHILD, karena jumlah Last Friends di Facebook genap mencapai 1,000,000 orang. Sebagaimana terucap oleh Dimas: "Gue bangga sama Last Friends, & seneng banget kita bisa selalu akrab". Dan itu bukan retorika. Virgoun, Ari, Dimas, & Yodi yang nongkrong bareng dan ngobrol akrab dengan Last Friends memang menjadi pemandangan umum setiap kali LAST CHILD tampil. "Kita ga pernah ngerasa udah jadi hebat", pungkas Ari.
Masih dibawah naungan dr.m, LAST CHILD kini merilissingle kedua "Pedih", lagudengan nuansa rock yang kental dibalik lirik yang melankolis. "Setiap orang pasti pernah merasa sedih atau putus asa, &seringkali harus menjalaninya ditengah kesendirian. Di saat-saat seperti itulahkita berharap lagu ini bisa menemani &menjadi penyemangat", ucap Virgoun sang pencipta lagu menjelaskan. Simak saja penggalan liriknya:
Di sini ku temani kau dalam tangis mu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan kucabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti.
"Kita memang punya warna tersendiri, dan sepertinya cukup terwakilkan dengan lagu ini", Yodi menambahkan. Setiap detail ornamen musikal di lagu ini pun mengalir dengan tajam dan harmonis, berkat sentuhan mixing dari music director bertangan dingin, Krisna J. Sadrach.
Video klip untuk lagu ini, bercerita tentang perjuangan seorang adik yang mencoba untuk menemukan kakaknya yang sudah lama terpisah akibat mengadu nasib di negeri seberang. Scene adik & kakak ini di-shoot di Singapura selama 4 hari. "Saya pilih Singapura karena sangat multikultural, jadi bisa memberikan shot2 yang lebih variatif & berwarna", ucap sang clipmaker Angga Dwimas Sasongko, yang sudah berpengalaman menangani artis-artis papan atas tanah air seperti RAN, Lyla, Vierra, Alexa, Gruvi, dll.
LAST CHILD & dr.m 2011: Digital is not only RBT!
Dalam rangka launching single "Pedih" tanggal 30 Januari ini, dr.m sebagai label yang berkonsentrasi di area digital ingin menunjukkan bahwa digital tidak semata bersinonim dengan RBT. Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa kontributor terbesar masi datang dari sektor ini, namun ada banyak kesempatan lain yang bisa di-explore oleh para pelaku industri musik di Indonesia. Dunia digital menawarkan begitu banyak lahan berkreasi yang sangat menarik untuk dijelajahi. Pernyataan "JANGAN BELI BAJAKAN" sudah tidak relevan, karena kebiasaan men-download lagu secara gratis sudah terlalu membudaya. Jadi, daripada kita buang energi melarang sesuatu yang tidak akan mungkin di dengar, kenapa kita tidak melakukan sesuatu utk menyiasatinya?Apa sajakah channel-channel digital yang dimaksud? Datang dan simak langsung presentasinya, sekaligus merasakan energi LAST CHILD yang siap membakar Studio Hanggar Pancoran!
Siapa LAST CHILD?
Wajar jika bagi Anda, LAST CHILD is just another band. Tapi bagi jutaan Last Friends (sebutan untuk fans LAST CHILD) diluar sana, LAST CHILD lebih dari sekedar alunan musik. LAST CHILD adalah:
"Penyemangat bagi yang pernah merasakan pahitnya kehidupan" - Dilla Dorz
"Harapan di saat ku menyerah, sahabat di saat ku sendiri" - Agung Ramadhan
"Perwakilan dari suara-suara yang tidak didengar; kaum yang ingin mengeluarkan pendapat tapi tidak pernah diperhatikan" - Lauren Baker
"Penguat hati untuk semua yang putus asa" - Nevi Alfattih
"Kebanggaan" - Andhika Pratama Syahputra
Dibentuk di Jakarta tanggal 11 Januari 2006, LAST CHILD bermula sebagai sarana pelampiasan gairah dan emosi dari tiga anak muda yang menggeluti kerasnya hidup, yakni Virgoun (vokal), Ari (drum), dan Dimas (bass). Berangkat dari sebuah pojok kumal di bilangan Jakarta Timur, perlahan LAST CHILD mengepakkan sayapnya. Dengan kekuatan lirik yang gamblang dan performance yang selalu all-out, dengan pesat fans LAST CHILD bertambah banyak. Mereka yang tersentuh akan ketulusan dan kesederhanaan dibalik semburat energi yang dahsyat. Mereka yang menamakan diri Last Friends. Medio 2009, LAST CHILD genap menjadi kuartet dengan bergabungnya Yodi (gitar).
Menembus rimba industri.
Bulan April 2010 membuka bab baru perjalanan karir Last Child, dengan merilis "Diary Depresiku" bersama dr.m. Lagu yang menceritakan tentang perjuangan hidup anak korban broken home ini menghentak banyak orang. Kisah hidup yang memang mereka ceritakan dari pengalaman pribadi, dan langsung menghujam hati begitu banyak orang yang merasakan hal yang sama. Hingga akhir November 2010, RBT untuk lagu ini mencatat penjualan lebih dari 1 juta download. Last Child pun resmi "hijrah" dari ranah underground, ke arena bertarung yang lebih keras: musik mainstream.
Desember 2010 menjadi momen monumental bagi perjalanan LAST CHILD, karena jumlah Last Friends di Facebook genap mencapai 1,000,000 orang. Sebagaimana terucap oleh Dimas: "Gue bangga sama Last Friends, & seneng banget kita bisa selalu akrab". Dan itu bukan retorika. Virgoun, Ari, Dimas, & Yodi yang nongkrong bareng dan ngobrol akrab dengan Last Friends memang menjadi pemandangan umum setiap kali LAST CHILD tampil. "Kita ga pernah ngerasa udah jadi hebat", pungkas Ari.
Masih dibawah naungan dr.m, LAST CHILD kini merilissingle kedua "Pedih", lagudengan nuansa rock yang kental dibalik lirik yang melankolis. "Setiap orang pasti pernah merasa sedih atau putus asa, &seringkali harus menjalaninya ditengah kesendirian. Di saat-saat seperti itulahkita berharap lagu ini bisa menemani &menjadi penyemangat", ucap Virgoun sang pencipta lagu menjelaskan. Simak saja penggalan liriknya:
Di sini ku temani kau dalam tangis mu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan kucabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti.
"Kita memang punya warna tersendiri, dan sepertinya cukup terwakilkan dengan lagu ini", Yodi menambahkan. Setiap detail ornamen musikal di lagu ini pun mengalir dengan tajam dan harmonis, berkat sentuhan mixing dari music director bertangan dingin, Krisna J. Sadrach.
Video klip untuk lagu ini, bercerita tentang perjuangan seorang adik yang mencoba untuk menemukan kakaknya yang sudah lama terpisah akibat mengadu nasib di negeri seberang. Scene adik & kakak ini di-shoot di Singapura selama 4 hari. "Saya pilih Singapura karena sangat multikultural, jadi bisa memberikan shot2 yang lebih variatif & berwarna", ucap sang clipmaker Angga Dwimas Sasongko, yang sudah berpengalaman menangani artis-artis papan atas tanah air seperti RAN, Lyla, Vierra, Alexa, Gruvi, dll.
LAST CHILD & dr.m 2011: Digital is not only RBT!
Dalam rangka launching single "Pedih" tanggal 30 Januari ini, dr.m sebagai label yang berkonsentrasi di area digital ingin menunjukkan bahwa digital tidak semata bersinonim dengan RBT. Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa kontributor terbesar masi datang dari sektor ini, namun ada banyak kesempatan lain yang bisa di-explore oleh para pelaku industri musik di Indonesia. Dunia digital menawarkan begitu banyak lahan berkreasi yang sangat menarik untuk dijelajahi. Pernyataan "JANGAN BELI BAJAKAN" sudah tidak relevan, karena kebiasaan men-download lagu secara gratis sudah terlalu membudaya. Jadi, daripada kita buang energi melarang sesuatu yang tidak akan mungkin di dengar, kenapa kita tidak melakukan sesuatu utk menyiasatinya?Apa sajakah channel-channel digital yang dimaksud? Datang dan simak langsung presentasinya, sekaligus merasakan energi LAST CHILD yang siap membakar Studio Hanggar Pancoran!
Last
Child Selalu Dukung Teman
Kapanlagi.com
- Dalam sebuah band, pergantian personel tentunya hal yang sangat biasa.
Perbedaan visi biasanya menjadi alasan. Hal itu pula telah dirasakan oleh Last Child.
Kini,
mereka berformat trio dengan Virgoun sebagai
vokal dan gitaris, Mamie pada
gitar, dan Dhimaz sebagai
pembetot bas. Sebelum ini, ada Ari
Ceper di belakang set drum dan Yodie yang digantikan Mamie.
"Yodie keluar karena kuliah dan
kerja. Orangtuanya tidak merestui untuk terjun di dunia musik. Dia sekolah
S2," kata Dhimaz,
"Kalau Ari sudah nggak
sama visinya, dia lagi mendalami jadi DJ. Kita selalu support apapun
yang dia lakukan."
Karena
itu, sekarang Last Child masih menggunakan drummer additional,
walaupun bukan orang baru, "Kita masih punya komunitas ya, Ipang bukan orang baru lagi buat
kita. Dia yang selalu gantiin Ari kalau
dulu Ari nggak bisa. Jadi Ipang sudah tahu musiknya Last Child seperti apa," ujar Virgoun.
Mengakui
beda personel beda pula soul yang dibawa, menurut Dhimaz untuk album OUR BIGGEST
THING EVER ini ketukan-ketukan yang dipakai masih mengikuti gaya Ari, "Tapi nanti kalau album
lain, baru pakai gaya lain," katanya menambahkan.
Selama
ini, kebanyakan yang menciptakan lagu di Last Child memang Virgoun, termasuk soal aransemen. Tetapi Dhimaz pernah menyumbang satu lagu, dan rencananya Mamie juga diharuskan
teman-temannya menciptakan satu lagu.
Beberapa Lagu dari Last Child :











Tidak ada komentar:
Posting Komentar